Harga Emas Hari Ini Berpotensi Bergerak Volatil, Dupoin Futures Soroti Data Michigan AS
4 mins read

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Bergerak Volatil, Dupoin Futures Soroti Data Michigan AS

Harga emas diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan di penghujung pekan ketiga bulan Juli di tengah dominasi sentimen bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa arah pergerakan emas masih cenderung melemah karena sejumlah indikator teknikal belum memberikan sinyal pembalikan tren yang meyakinkan. Di saat yang sama, pelaku pasar juga tengah menantikan rilis sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan dolar AS dan menjadi penentu arah harga emas dalam jangka pendek.

Menurut analisis teknikal Dupoin Futures, harga emas masih berada dalam struktur tren turun pada time frame harian. Kondisi ini terlihat dari ketidakmampuan harga untuk menembus area resistance penting yang selama beberapa sesi terakhir terus membatasi ruang kenaikan. Selama level resistance tersebut belum berhasil ditembus, Dupoin Futures menilai peluang pelemahan masih lebih dominan dibandingkan potensi penguatan. Oleh karena itu, skenario utama yang dipantau saat ini adalah kelanjutan tren bearish dengan target menuju area support di kisaran 3.942. Apabila tekanan jual semakin kuat dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diproyeksikan berpotensi melanjutkan penurunan menuju 3.782 sebagai target support berikutnya.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa dominasi seller masih menjadi faktor utama yang mengendalikan pergerakan pasar. Meskipun sesekali terjadi upaya rebound, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa minat beli masih belum cukup kuat untuk membalikkan arah pergerakan harga. Selama tekanan jual tetap mendominasi dan harga masih bergerak di bawah area resistance, Dupoin Futures memandang bahwa tren bearish masih menjadi acuan utama bagi pelaku pasar.

Dari sisi indikator teknikal, Dupoin Futures juga menyoroti posisi Moving Average (MA) 21 yang masih berada di atas pergerakan harga. Keberadaan indikator tersebut memperlihatkan bahwa Moving Average masih berfungsi sebagai dynamic resistance, sehingga setiap kenaikan harga berpotensi menghadapi tekanan jual baru. Dengan kondisi tersebut, peluang harga untuk mencatatkan penguatan yang berkelanjutan masih relatif terbatas hingga muncul sinyal breakout yang valid di atas area resistance.

Selain itu, indikator Stochastic Oscillator juga masih bergerak menuju area oversold, yang mengindikasikan bahwa momentum pelemahan masih berlangsung. Meski posisi oversold sering kali dihubungkan dengan peluang terjadinya technical rebound, Dupoin Futures menilai bahwa kondisi tersebut belum cukup menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya perubahan tren. Selama belum ada konfirmasi dari pergerakan harga maupun indikator lainnya, tekanan bearish diperkirakan masih akan menjadi faktor dominan dalam perdagangan emas.

Tidak hanya faktor teknikal, Dupoin Futures juga melihat bahwa sentimen fundamental berpotensi memberikan pengaruh besar terhadap arah harga emas pada perdagangan hari ini. Perhatian investor saat ini tertuju pada rilis data Preliminary University of Michigan Consumer Sentiment dan Preliminary University of Michigan Inflation Expectations dari Amerika Serikat. Kedua indikator tersebut menjadi acuan penting untuk mengukur tingkat optimisme konsumen serta ekspektasi inflasi, yang selanjutnya dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve dan pergerakan dolar AS.

Menurut Dupoin Futures, apabila data Consumer Sentiment dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar dan diikuti dengan Inflation Expectations yang tetap tinggi atau bahkan meningkat, maka dolar AS berpotensi memperoleh sentimen positif. Kondisi tersebut dapat memperkuat pandangan bahwa ekonomi Amerika Serikat masih cukup solid, sehingga Federal Reserve memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Jika skenario ini terjadi, penguatan dolar AS diperkirakan akan kembali memberikan tekanan terhadap harga emas karena investor cenderung memilih aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Sebaliknya, Dupoin Futures menilai bahwa apabila data kepercayaan konsumen maupun ekspektasi inflasi dirilis di bawah proyeksi pasar, peluang pelemahan dolar AS akan semakin terbuka. Kondisi tersebut dapat meningkatkan ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang dan memberikan ruang bagi harga emas untuk melakukan rebound teknikal. Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa potensi kenaikan tersebut kemungkinan masih bersifat terbatas selama harga belum mampu menembus area resistance dan mengubah struktur teknikal yang masih bearish.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang bahwa prospek harga emas dalam jangka pendek masih dibayangi oleh dominasi tekanan jual. Kombinasi antara sinyal teknikal yang masih menunjukkan tren turun dan potensi penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang dapat membatasi ruang kenaikan logam mulia. Oleh sebab itu, Dupoin Futures memperkirakan area 3.942 akan menjadi support penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika level tersebut tidak mampu menahan tekanan jual, maka peluang penurunan menuju 3.782 akan semakin besar. Namun, investor tetap disarankan untuk mencermati hasil rilis data ekonomi Amerika Serikat malam ini karena perkembangan tersebut berpotensi memicu volatilitas tinggi dan menjadi penentu arah pergerakan harga emas pada sesi perdagangan selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *