FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali
5 mins read

FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali

Bali, Agustus 2026 — Perjalanan menuju salah satu festival kripto terbesar di Asia Tenggara, Coinfest Asia 2026 dimulai jauh sebelum para peserta tiba di Bali. Sebanyak 60 anggota komunitas kripto berangkat dari Yogyakarta menuju Bali menggunakan bus dalam program Community Bus yang digagas FLOQ, platform perdagangan aset kripto berlisensi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Perjalanan darat tersebut menempuh waktu sekitar 15 jam. Meski panjang, perjalanan justru menjadi bagian dari pengalaman para peserta sebelum menghadiri Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Melasti Beach, Bali, pada 20–21 Agustus 2026. 

Sejak keberangkatan, suasana di dalam bus diisi dengan berbagai aktivitas komunitas. FLOQ juga membagikan merchandise kepada seluruh peserta serta menggelar kuis dengan hadiah voucher aset kripto senilai jutaanRupiah. 

Program tersebut tidak hanya dirancang sebagai sarana transportasi menuju lokasi acara. FLOQ menjadikan perjalanan tersebut sebagai ruang bagi komunitas untuk saling berkenalan, bertukar cerita mengenai aset digital, sekaligus membangun pengalaman bersama sebelum mengikuti salah satu gelaran kripto yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara. 

Antusiasme peserta tetap terjaga meski harus menempuh perjalanan belasan jam. Bagi sebagian peserta, perjalanan menuju Bali menggunakan bus juga menjadi pengalaman baru. 

Salah satunya Andi Nurhana Manthovani, peserta perempuan yang ikut Community Bus yang mengaku baru pertama kali mengikuti program tersebut dan melakukan perjalanan ke Bali menggunakan bis untuk menghadiri Coinfest Asia. 

“Ini pertama kali saya ikut program seperti ini. Menurut saya menarik karena perjalanan ke Bali bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi juga bisa menjadi kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman komunitas dan berbagi pengalaman selama di perjalanan,” kata Hana. 

Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak anggota komunitas yang memiliki kesempatan untuk hadir langsung dalam berbagai kegiatan industri aset digital. 

“Harapannya program seperti ini bisa terus ada dan pesertanya semakin banyak. Selain bisa ikut meramaikan Coinfest, kami juga bisa mendapatkan insight baru, bertemu dengan pelaku industri, dan membawa pengalaman tersebut kembali ke komunitas,” ujar Hana. 

FLOQ Ingin Komunitas Tak Hanya Menjadi Penonton 

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam perkembangan industri aset digital. Menurut dia, kehadiran komunitas secara langsung di berbagai forum industri dapat membuka kesempatan untuk belajar dan membangun koneksi. 

“Bagi kami, Community Bus bukan hanya soal membawa peserta dari Yogyakarta ke Bali. Kami ingin menciptakan pengalaman bersama bagi komunitas, mulai dari perjalanan, aktivitas di dalam bus, sampai ketika mereka bertemu langsung dengan pelaku industri di Coinfest Asia,” kata Yudho. 

Ia menambahkan, kesempatan untuk mempertemukan komunitas dengan pelaku industri menjadi salah satu alasan FLOQ membawa puluhan peserta dari Yogyakarta ke Bali. 

“Kami berharap teman-teman komunitas tidak hanya datang dan menjadi penonton, tetapi juga bisa mendapatkan pengetahuan, membangun relasi, dan melihat lebih dekat bagaimana industri aset digital terus berkembang,” ujar Yudho. 

Dari Yogyakarta, Komunitas Kripto Menuju Bali 

Bagi 60 peserta Community Bus, perjalanan menuju Coinfest Asia 2026 pada akhirnya menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. 

Lima belas jam perjalanan dari Yogyakarta ke Bali menjadi ruang untuk bercengkerama, mengikuti aktivitas komunitas, mendapatkan merchandise, hingga mengikuti kuis berhadiah. 

Setibanya di Bali, para peserta tidak hanya membawa semangat untuk mengikuti festival, tetapi juga pengalaman dari perjalanan panjang yang dilakukan bersama. 

Melalui Community Bus, FLOQ berharap semakin banyak anggota komunitas yang dapat terlibat langsung dalam perkembangan ekosistem aset digital, sekaligus menjadikan momentum seperti Coinfest Asia sebagairuang untuk belajar dan memperluas jejaring. 

Di tengah kehadiran berbagai pemain industri kripto dari dalam dan luar negeri, 60 peserta yang berangkat dari Yogyakarta pun menjadi bagian dari cerita komunitas Indonesia yang ikut meramaikan Coinfest Asia 2026. 

CEO FLOQ Panelis Bahas Kondisi Pasar Kripto 

Keterlibatan FLOQ dalam Coinfest Asia 2026 tidak berhenti pada program Community Bus. FLOQ juga menjadi salah satu sponsor dalam gelaran yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 di Melasti Beach, Bali. 

Coinfest Asia 2026 menjadi salah satu forum yang mempertemukan pelaku industri aset digital, mulai dari institusi, builder, trader, komunitas hingga tokoh-tokoh industri kripto global. 

Penyelenggara menyebut Coinfest Asia sebagai acara yang berfokus pada edukasi dan pengembangan industri, dengan partisipasi yang ditujukan bagi tamu undangan dan peserta yang telah terdaftar. 

Sejumlah agenda juga diarahkan untuk membahas perkembangan industri kripto sekaligus peluang ekspansi pasar Asia. Hal ini sejalan dengan posisi Asia sebagai salah satu kawasan penting dalam perkembangan ekosistem aset digital. 

Yudho juga mengambil bagian dalam agenda diskusi Coinfest Asia 2026. Berdasarkan agenda yang dirilis, Yudho dijadwalkan menjadi salah satu panelis dalam sesi “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada 21 Agustus 2026 pukul 14.15–14.45 WITA di Indoor Stage. 

Dalam sesi tersebut, Yudho akan berdiskusi bersama Alexis Sirkia, Co-founder & Captain Yellow; Andreas Tobing, Founder; serta Alex Svanevik, CEO Nansen. Sementara itu, sesi akan dimoderatori oleh Felita Setiawan, COO Indonesia Crypto Network. 

Sesi tersebut menjadi relevan di tengah dinamika pasar kripto yang masih menghadapi berbagai sentimen global dan perubahan ekspektasi pelaku pasar. 

Bagi Yudho, forum seperti Coinfest Asia dapat menjadi ruang untuk melihat perkembangan pasar dari berbagai perspektif, tidak hanya dari sisi harga aset kripto, tetapi juga dari perkembangan teknologi, adopsi, regulasi, dan perilaku pengguna. 

“Pasar kripto selalu bergerak dalam siklus. Yang penting bukan hanya melihat apakah pasar sedang bullish atau bearish, tetapi memahami apa yang sedang berubah di balik pergerakan tersebut. Forum seperti Coinfestmemberikan kesempatan untuk membahas hal itu dari berbagai sudut pandang,” kata Yudho. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *