2 mins read

KAI Perkuat Kompetensi Frontliner LRT Jabodebek demi Tingkatkan Kualitas Layanan

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat kualitas pelayanan kepada pengguna LRT Jabodebek melalui peningkatan kompetensi petugas frontliner. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Frontliner LRT Jabodebek yang berlangsung pada 17–19 Juni 2026 di Kantor Divisi LRT Jabodebek.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Seiring meningkatnya jumlah pengguna LRT Jabodebek, kemampuan petugas dalam memberikan informasi, menangani kebutuhan pelanggan, serta membangun komunikasi yang efektif menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas layanan.

Sejak awal beroperasi, pengguna LRT Jabodebek terus menunjukkan peningkatan. Di tahun 2024, KAI melayani 21.055.870 pengguna LRT Jabodebek, tahun 2025 melayani 28.816.787 pengguna, dan periode Januari – Mei 2026 telah melayani 13.211.856 pengguna. Jika dibandingkan periode Januari – Mei di tahun 2025 dengan 2026, terdapat peningkatan 2.484.058 pengguna LRT Jabodebek atau meningkat sekitar 23 persen. Pertumbuhan tersebut mendorong KAI untuk terus melakukan penguatan layanan, termasuk melalui peningkatan kompetensi petugas yang berinteraksi langsung dengan pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci utama dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang andal dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan jumlah pengguna harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Karena itu, kami terus memperkuat kompetensi frontliner agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna yang terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh aspek operasional dan sarana transportasi, tetapi juga oleh kualitas interaksi antara petugas dan pengguna.

“Pengguna tidak hanya membutuhkan perjalanan yang aman dan tepat waktu, tetapi juga pelayanan yang responsif, informatif, dan ramah. Melalui pelatihan ini, KAI ingin memastikan setiap petugas memiliki kemampuan yang diperlukan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar pelayanan, keterampilan komunikasi, serta kemampuan Bahasa Inggris yang relevan dengan kebutuhan pelayanan transportasi publik. Materi pelayanan disampaikan oleh jajaran Customer Care LRT Jabodebek, sementara pelatihan Bahasa Inggris diberikan oleh instruktur dari Yayasan LIA untuk memperkuat kemampuan komunikasi petugas dalam melayani pengguna yang beragam.

Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai etika profesi, integritas, serta pentingnya menjaga reputasi perusahaan dalam menjalankan tugas pelayanan. Materi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada kepuasan pengguna.

KAI akan terus melakukan pengembangan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan LRT Jabodebek. Dengan dukungan petugas yang kompeten dan profesional, LRT Jabodebek diharapkan dapat terus menjadi pilihan transportasi perkotaan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES