PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Rintisan Amal Bunda Turun Langsung ke NTT, Salurkan Makanan, Layanan Kesehatan hingga Dukungan Psikososial
2 mins read

PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Rintisan Amal Bunda Turun Langsung ke NTT, Salurkan Makanan, Layanan Kesehatan hingga Dukungan Psikososial

NTT, 29 September 2026 – Kepedulian PT Etos
Kreatif Indonesia bersama Yayasan Rintisan Amal Bunda
diwujudkan lewat aksi
nyata di Desa Nangadhero dan Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten
Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 22–24 September 2026. Tiga aksi
langsung dihadirkan, mulai dari membagikan 250 porsi makanan, menggelar
kegiatan psikososial untuk 125 anak, hingga membuka layanan kesehatan gratis
bagi sekitar 80–100 warga.

Tak hanya menyalurkan
bantuan, Ethos turun langsung menemui masyarakat, mendengarkan kebutuhan
mereka, dan memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan. Chairman
PT Etos Kreatif Indonesia, Mukit Hendrayatno, bersama Ketua Yayasan
Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, hadir dan berinteraksi
langsung dengan masyarakat di lokasi.

Di Desa Nangadhero, Ethos
bersama Yayasan Rintisan Amal Bunda membuka dapur umum bagi sekitar 35 kepala
keluarga (KK) yang berada di pengungsian tenda serta masyarakat sekitar.
Sebanyak 250 porsi makanan dibagikan, terdiri dari nasi, ayam tumis, sayur
kacang panjang dan jagung manis, semangka, serta air minum.

Chairman PT
Etos Kreatif Indonesia, Mukit Hendrayatno
, mengatakan, “Kami datang
bukan hanya membawa makanan, tetapi ingin memastikan masyarakat tahu bahwa
mereka tidak sendiri. Kami ingin hadir, melihat langsung, menyapa, dan berbagi
apa yang kami bisa. Semoga apa yang kami bawa hari ini bisa sedikit meringankan
kebutuhan warga.“

Perhatian
juga diberikan kepada anak-anak melalui kegiatan psikososial yang diikuti 125
anak usia TK dan SD, termasuk anak-anak
TPQ dan masyarakat sekitar. Kegiatan diisi dengan game, ice breaking,
sosialisasi, makan bubur bersama, serta pemberian makanan tambahan (PMT) berupa
roti, susu, dan buah-buahan.

Ketua
Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah
,
mengatakan, “Anak-anak juga perlu
merasa diperhatikan dan didengar. Karena itu, kami ingin mereka punya ruang
untuk bermain, tertawa, dan merasakan bahwa di tengah situasi yang mereka
hadapi, masih ada orang-orang yang peduli dan ingin menemani mereka.”

Sementara
di Desa Marapokot, program Peduli NTT menghadirkan layanan kesehatan
gratis bagi anak-anak, orang dewasa hingga lansia, dengan target sekitar 80–100
penerima manfaat. Bekerja sama dengan
Puskesmas Nagekeo, warga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah,
asam urat, dan kolesterol, sekaligus layanan pengobatan serta obat-obatan
sesuai kebutuhan.

Rangkaian aksi tersebut
menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, mulai dari pangan,
kesehatan, hingga dukungan psikososial bagi anak-anak
. Kehadiran Mukit
Hendrayatno dan Anita Ratna Faoziyah juga menjadi bagian dari komitmen Ethos
dan Yayasan Rintisan Amal Bunda untuk tidak berhenti pada pemberian bantuan,
tetapi hadir, mendengar cerita warga, dan memahami kondisi mereka dari dekat.

Pada akhirnya, kepedulian
bukan hanya tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi tentang
kemauan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Di Nagekeo, Ethos dan
Yayasan Rintisan Amal Bunda ingin meninggalkan lebih dari sekadar bantuan,
makanan yang menguatkan, layanan kesehatan yang membantu, tawa anak-anak yang
kembali terdengar, dan pesan sederhana bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *